Sholat bukan sekedar ritual yang berakhir setelah dilaksanakan. Sholat adalah ibadah yang jika dilakukan dengan benar akan memberikan efek positif bagi pelaku dan lingkungannya.
Dalam sholat tidak boleh ada ucapan dan gerakan yang ditinggalkan atau ditambah-tambah, karena setiap bacaannya memiliki makna tersendiri.
Tata cara sholat terdiri dari niat, gerakan, hingga bacaan. Memahami makna bacaan sholat tentunya akan membuat seorang Muslim lebih menikmati ibadah yang dilakukannya.
Dikutip dari buku Memahami Makna Bacaan Sholat oleh Abu Utsman Kharisman, kadar pahala seseorang dalam sholat sangat ditentukan oleh seberapa persen orang tersebut mengingat Allah, menghadirkan hati, menghayati ucapan dan gerakan dalam sholatnya.
Sahabat Nabi Ammar bin Yasir r.a mengatakan: “Tidaklah dicataat (sebagai pahala) dalam sholat seseorang ketika ia lalai.” (Diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak dalam Az Zuhud no 1300).
Bacaan sholat mengandung banyak makna di setiap gerakannya. Apa saja? Simak uraian berikut.
Makna Bacaan Sholat

Dalam gerakan dan bacaan sholat memiliki berbagai makna yang dapat dipelajari oleh umat Muslim. Berikut ini makna bacaan sholat dalam gerakan sholat yang dikutip dari buku Memahami Makna Bacaan Sholat.
1. Niat
Bacaan niat memiliki makna secara sadar melakukan sholat dengan tulus guna memenuhi perintah Allah SWT.
2. Takbiratul Ikhram
Setiap rangkaian ibadah sholat selalu dimulai dengan takbir. Pada setiap gerakan sholat juga dipisahkan dengan bacaan takbir. Takbiratul ikhram adalah bacaan permulaan dan rukun sholat. Makna bacaan takbir adalah Allah yang terbesar, teragung di atas segala sesuatu dalam hal Dzat-Nya, Nama-Namanya, dan sifat-sifatnya.
3. Doa Iftitah
Setelah takbiratul ikhram selanjutnya adalah makna bacaan doa iftitah. Dikutip dari buku Menyelami Makna Bacaan Shalat oleh Fajar Kurnianto, doa iftitah mengandung beberapa makna yakni penyerahan diri manusia secara toatal kepada Allah, pengakuan dosa, dan memenuhi panggilan Allah Secara suka senang hati.
4. Surat Alfatihah
Setiap ayat surat Alfatihah mempunyai nilai ibadah yang dimiliki pelakunya. Orang yang khusyuk dalam sholatnya tahu bahwa tidak ada yang bisa menggantikan takbir dan surat Al Fatihah.
Masih dari sumber yang sama, surat Al Fatihah mengandung kesempurnaan yang dimiliki Allah SWT. Arti Surat Al Fatihah, yaitu:
“Dengan nama Allah yang maha pengasih, maha penyayang. Segala puji bagi Allah, tuhan seluruh alam, yang maha pengasih, maha penyayang, pemilik hari pembalasan. Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
5. Bacaan Rukuk
Bacaan rukuk mengandung makna mengagungkan Allah. Bacaan rukuk adalah sebagai berikut: “Subhaana rabbiyal adziimi wa bihamdih, bacaan ini bisa dibaca 3kali.
Bacaan rukuk memiliki arti: “Maha Suci Allah Yang Maha Agung dan Memujilah Aku kepada-Nya.”

6. Bacaan I’tidal
Saat gerakan itidal seorang muslim harus membaca: “Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.”
Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.”
Gerakan i’tidal termasuk dalam rukun sholat. Apabila terlewatkan, sholat seorag Muslim tidak akan sah.
7. Bacaan Sujud
Dikutip dari buku Shalat Sufistik: Meresapi Makna Tersirat Gerakan dan Bacaan Shalat oleh Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA, sujud bisa dimaknai sebagai pencurahan dan penyerahan seorang hamba kepada Allah SWT. Saat gerakan sujud, umat Muslim bisa membaca Sub haana robbiyal a’la wabihamdih sebanyak 3 kali.
Bacaan ini memiliki arti : “Maha suci tuhan yang maha tinggi serta memujilah aku kepadanya.”
8. Bacaan Duduk di antara dua sujud
Saat gerakan duduk di antara dua sujud, seorang Muslim bisa membaca bacaan sebagai berikut:
“Robbighfir lii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.”
Artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”
Mengutip buku Buku Pintar Salat, Doa, dan Zikir Sesuai Tuntunan Rasulullah oleh Darul Insan, bacaan duduk di antara dua sujud berisi doa permohonan. Rabbighfir lii artinya memohon kepada Allah SWT untuk mengampuni segala dosa kita.
Sementara warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii mengandung merupakan permohonan agar diberi kecukupan rezeki, nikmat sehat dan dijauhkan dari kemusyrikan. Ditutup dengan kata wa’fu ‘annii sebagai bentuk penegasan bahwa kita benar-benar memohon ampun kepada Allah SWT.

9. Bacaan Tasyahud Awal
Saat gerakan tasyahud awal, seorang muslim bisa membaca bacaan sebagai berikut:
“Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rosuulullah.”
Artinya: “Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
Berdasarkan buku Berdzikirlah! Pasti Hatimu akan Tenang oleh Nurul Qamariyah, ketika membaca bacaan tasyahud, artinya seorang Muslim menegaskan bahwa ia hanya beriman kepada Allah SWT dan pengikut Rasulullah SAW.
10. Bacaan Tasyahud Akhir
Bacaan tasyahud akhir hampir sama dengan tasyahud awal. Hanya saja, setelah kalimat asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rosuulullah, kemudian dilanjutkan dengan membaca:
Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa shollaita ‘alaa ibroohim wa ‘alaa aali ibroohimm innaka hamiidum majiid. alloohumma baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibroohim wa ‘alaa aali ibroohimm innaka hamiidum majiid.”
Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia.”
Makna bacaan tasyahud akhir juga sama dengan tasyahud awal. Namun, ada makna kelanjutannya yang termuat di dalam kalimat sholawat yang berisi doa untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.
11. Salam
Saat gerakan ini umat Muslim biasa membaca kalimat berikut: Assalaamu alaikum wa rahmatullah
Bacaan ini memiliki makna, “Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.”
Mengutip buku Menyelami Makna Bacaan Shalat oleh Fajar Kurnianto salam adalah bentuk doa permohonan kepada Allah SWT agar melimpahkan keselamatan dan kesejahteraan kepada orang yang menerima salam.(IPT/Kumparan)